5 Sept 2013
Riba Menghancurkan !
RIBA MENGHANCURKAN !
-Mengubah Dunia, Dimulai Dari Diri Sendiri-
Riba
merupakan tambahan uang atas modal yang diperoleh dengan cara yang tidak benar.
Pengertian tersebut sekaligus menerangkan bahwa riba (usury) dan bunga (interest) berarti sama.
Dalam firmannya, Allah SWT beberapa kali menekankan bahwasanya melaksanakan
riba adalah perbuatan dosa besar karena dapat merugikan banyak umat. Secara
kasat mata, tidak sedikit orang merasa ‘diuntungkan’ terhadap keberadaan bunga.
Cukup ironis, karena bunga tersebut berasal dan tumbuh diatas tangisan dan
kemelaratan orang lain atas bunga utang para rakyat yang meminjam uang di bank.
Dengan pembiasaan praktek riba yang dipropagandakan oleh negara kafir, seluruh
negara pun menjadi korbannya. Umat islam menjadi terjebak dalam bertransaksi
melalui bank karena mayoritas bank (bank konvensional) menggunakan praktek
bunga sebagai salah satu sumber penghasilan mereka.
Budaya Muslimah GT5S
GT5S (Gerakan Tebar Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun)
"Assalamu'alaikum ukh ", "wa'alaikumsalam, masya allah apa kabar?", "Baik alhamdulillah kamu sendiri gimana?", "Selalu sehat dan semangat dong ✾◕‿◕✾..."
Indah sekali rasanya saat melihat sahabat saling memberi salam, bersapa, menebar senyum saat berjumpa di jalan. Rasanya, setiap melihat wajah sahabat, ingin sekali bercengkrama lama dengannya, namun tak jarang waktu membuat pertemuan tersebut menjadi singkat. Dalam senyum, kerap kali gairah ukhuwah bangkit kembali; dalam sapa, rasa rindu terobati; dalam salam, rasa cinta sampai di hati. Apalagi kalau ditambah dengan perilaku nan sopan dan santun. Terasa sangat "legit" dan pas di hati. Inilah salah satu keindahan islam yang mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, meskipun hanya senyum dengan saudara kita.
"Assalamu'alaikum ukh ", "wa'alaikumsalam, masya allah apa kabar?", "Baik alhamdulillah kamu sendiri gimana?", "Selalu sehat dan semangat dong ✾◕‿◕✾..."
Indah sekali rasanya saat melihat sahabat saling memberi salam, bersapa, menebar senyum saat berjumpa di jalan. Rasanya, setiap melihat wajah sahabat, ingin sekali bercengkrama lama dengannya, namun tak jarang waktu membuat pertemuan tersebut menjadi singkat. Dalam senyum, kerap kali gairah ukhuwah bangkit kembali; dalam sapa, rasa rindu terobati; dalam salam, rasa cinta sampai di hati. Apalagi kalau ditambah dengan perilaku nan sopan dan santun. Terasa sangat "legit" dan pas di hati. Inilah salah satu keindahan islam yang mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, meskipun hanya senyum dengan saudara kita.
Bacalah !
Allah
SWT telah memerintahkan hambaNya langsung melalui firmanNya dalam QS. Al-Alaq :
1 yang berbunyi, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”.
Berawal dari perintah tersebut umat muslim dan muslimah menjadi termotivasi
untuk ‘suka membaca’. Tentunya, bahan bacaan yang dibaca haruslah bersifat
ahsan (baik) dan mampu meningkatkan ilmu dan keimanan kita. Dalam ayat tersebut
telah dijelaskan bahwa saat membaca, harus diiringi dengan mengingat Allah. Hal
ini ditujukan agar kegiatan membaca
dinilai sebagai amal bagi Allah SWT sehingga berbuah pahala bagi
hambaNya yang melaksanakannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
