Showing posts with label Edu Problem. Show all posts
Showing posts with label Edu Problem. Show all posts

9 Feb 2017

Curhatan 'Attention Alert about Media"

Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

7 Sept 2013

Manusia Purba Vs Nabi Adam -> Kurikulum Pendidikan Vs Wahyu

SCHOOLISM - SEKOLAHISME menjadi suatu anutan dalam penyebaran ilmu di sekolah-sekolah. Tapi tetap saja sekarang ini, meskipun Purity of Knowledge jauh semakin berkembang di Indonesia, anutan dalam sekolahisme yang salah masih saja dipergunakan.

oke, contohnya:
dalam pelajaran SD - SMP, semua rakyat indonesia yang sekolah di SD - SMPdiajari macam-macam manusia purba. Paham sekolahisme, menganggap bahwa manusia terbentuk dari manusia purba.
Dalam situs http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_purba dikatakan bahwa Manusia modern diteorikan berkembang dari manusia purba, yang berkembang dari Homo erectus.

Lucunya lagi masih saja digunakan. Lalu bagaimana dengan Nabi Adam ?

5 Sept 2013

Hijab International Day Vs Valentine's Day


6 Apr 2013

Seminar Pemikiran Islam Kontemporer (bagian-2,habis)


Kegiatan selanjutnya adalah sesi kedua taujih dari para pemakalah yang juga terdiri dari perwakilan ISID Gontor dan UNJ. Sesi kedua ini dimoderatori oleh Mochamad Noer Hakim, selaku ketua MSO LDK SALIM UNJ periode 2013. Dalam sesi ini diusung tema besar, yaitu Perspektif Pandangan Syi’ah Mengenai Nikah Mut’ah. Dalam sesi ini terdapat dua pembicara, yaitu Ust. Agus Yasin, selaku guru dan perwakilan dari Program Kaderasis Ulama (PKU) ISID Gontor dan Irfanul Arifin, S.Si, sarjana biologi UNJ, selaku pengurus dept. Muslim Media Center LDK SALIM UNJ periode 2011.

Seminar Pemikiran Islam Kontemporer (bagian-1)

 

Rabu, 20 Maret 2013 di Aula UPT Perpustakaan UNJ Aula perpustakaan Universitas Negeri Jakarta pada hari itu diramaikan oleh para laki-laki dengan jas warna hitam bertuliskan Gontor. Tidak sedikit pula mahasiswa dan mahasiswi UNJ yang turut memenuhi ruangan tersebut. Di awal acara, peserta yang hadir dapat dihitung dengan jari, namun setelah taujih yang diberikan oleh para pemakalah disampaikan, tak disangka pesertanya pun langsung membludak.

Islam Liberal 101




Selasa, 2 April 2013, telah diadakan kajian rutin mengenai ISLAM LIBERAL. Hal yang amat sangat penting untuk diketahui. Ternyata pemikiran kaum pluralisme yang menamakan dirinya islam liberal ini amat sangat berbahaya karena menodai NAMA dan AJARAN agama ISLAM, serta menjadi biang yang membuat kebingungan para penganut agama islam.

15 Dec 2012

Ekonomi Konvensional VS Ekonomi Syariah

Berikut adalah materi yang diberikan oleh Pak Ali Sakti, selaku dosen Universitas Negeri Jakarta pada acara Seminar Ekonomi Syariah yang diadakan oleh KSEI UNJ. Selamat membaca :)

"Tidak ada ilmu ekonomi yang dapat dibangun bebas daripada keyakinan politik dan agama, maka sistem ilmiah daripada ekonomi harus mempunyai dasar sosial yang luas"
-M. Hatta, 1967

Ekonomi konvensional tidak membuat jumlah orang miskin di Indonesia berkurang. Becase of that, there's something wrong. Ekonomi konvensional punya konflik, yakni tujuan dan cara pandang dari ekonomi konvensional itu sendiri tidak cocok. Berikut pemaparannya.

9 Sept 2012

Surat Semangat karena Indonesia masih tahun 1982

Untuk murid-muridku tercinta, dibaca ya sampai habis...

_______________________________________________________________
Ada seorang anak bertanya: apa bedanya SMP dengan SMK/sederajat bu?

Lalu ibunya menjawab: tentu saja beda, gelarnya saja sudah beda, dan ilmunya lebih tinggi dan kalau sudah besar akan mendapatkan gaji yang lebih besar

Lalu anak itu bertanya lagi: Oh jadi anak SMK itu lebih hebat ya bu?

Ibu menjawab: Yah jelas...

Anak itu kurang puas dengan jawaban ibunya, lalu beberapa hari kemudian anak itu bertanya lagi pada ibunya: Bu, masih ingat dengan pertanyaanku kemarin? aku bingung, memang anak SMK itu lebih hebat ya?

16 Apr 2012

Mau Jadi Guru yang Membosankan?

Kejadian ini terjadi saat saya masih SMA. Saya memiliki guru 'langka' yang memiliki kebiasaan tidak baik. Beliau terbilang ahli di bidangnya, namun tidak untuk urusan mengajar di kelas. Kebiasaan buruknya menjatuhkan kewibawaannya. Dapatkah Anda menebak kebiasaan apa itu?

14 Apr 2012

Buta Aksara "Masih Ada Juga" di Sekitar Kampus Pendidikan

Selasa,10 April 2012
Hari ini kebetulan sekali saya mendapatkan materi presentasi mengenai "Buta Aksara" pada mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar, yang dibawakan oleh beberapa teman sekelas saya. Kelompok penyaji tersebut menampilkan contoh "berkembang biaknya" buta aksara ini di wilayah Cibuyutan, daerah paling timur Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Cianjur. Mereka menampilkan foto-foto dan video keadaan di Cibuyutan yang sangat menyentuh hati. Sekolah yang sangat mirip dengan gubuk ataupun (maaf) kandang kambing, memiliki 2 kelas yang tidak disekat oleh pembatas, dan fasilitas 'sangat' seadanya. Sungguh terengguh hati ini.

25 Feb 2012

MASALAH PERKEMBANGAN PADA MASA KANAK-KANAK : Disleksia, Phobia Sosial, Hiperaktivitas

1.       DISLEKSIA
a.       Defenisi
Disleksia adalah gangguan perkembangan pada otak sejak lahir  ditandai dengan ketidakmampuan belajar anak di usia sekolah dalam hal membaca dan menulis, atau ketidakmampuan belajar terutama mengenai bahasa yang mempengaruhi kemampuan mempelajari kata-kata, membaca dan menulis meskipun anak memiliki tingkat kecerdasan rata-rata, memiliki kesempatan pendidikan yang cukup serta memiliki penglihatan dan pendengaran yang normal.

Masalah Pada Fase Kanak-Kanak : Gangguan Konsentrasi

Gangguan konsentrasi bukan merupakan penyakit tetapi merupakan gejala atau suatu manifestasi penyimpangan perkembangan anak. Gangguan konsentrasi atau inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang, dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain. Kualitas penampilan gangguan konsentrasi bisa yang ringan hingga berat Kualitas konsentrasi atau pola perhatian anak terhadap suatu hal terbagi menjadi beberapa klasifikasi.

Kelompok yang paling berat adalah over exclusif dimana seorang anak hanya terfokus pada sesuatu yang menarik perhatiannya tanpa mempedulikan hal lain secara ekstrem. Misalnya pada bayi yang sedang memperhatikan kancing bajunya dan tidak mempedulikan rangsangan lain, pola ini disebut autis. Kelompok dengan derajat ringan terjadi fokus perhatian anak mudah teralihkan. Perhatian hanya mampu bertahan beberapa saat saja oleh suatu rangsangan lain yang lebih adekuat. Hal ini dinamakan kesulitan perhatian atau attention deficit hyperactivity disorder. Kondisi normal adalah pola yang paling baik karena anak mampu memperhatikan sesuatu dan mengalihkannya terhadap yang lain pada saat yang tepat tanpa kehilangan daya konsentrasi, pola ini merupakan pola normal perkembangan mental anak secara matang.

Permasalahan Lanjut Usia


Pengertian lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu. Ada beberapa pendapat mengenai “usia kemunduran” yaitu ada yang menetapkan 60 tahun, 65 tahun dan 70 tahun. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
            Masalah kesehatan mental pada lansia dapat berasal dari 4 aspek yaitu fisik, psikologik, sosial dan ekonomi. Masalah tersebut dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan kehilangan, dan tidak berguna. Lansia dengan problem tersebut menjadi rentan mengalami gangguan psikiatrik seperti depresi, ansietas (kecemasan), psikosis (kegilaan) atau kecanduan obat. Pada umumnya masalah kesehatan mental lansia adalah masalah penyesuaian. Penyesuaian tersebut karena adanya perubahan dari keadaan sebelumnya (fisik masih kuat, bekerja dan berpenghasilan) menjadi kemunduran.

Kurangnya Pendidikan Moral Pada Si Cerdas

Kurangnya Pendidikan Moral Pada Si Cerdas
- Ketika Lembaga Pendidikan Terlalu Berambisi Dalam Meningkatkan Intelektualitas -

            Banyak sekali kesempatan untuk mengasah daya intelektual, spiritual, dan emosional. Kesempatan tersebut dapat kita temukan dimanapun dan tidak akan berarti apabila kita tidak mempergunakannya dengan usaha sendiri secara baik. Usaha mengasah intelektual dapat dilakukan dengan mengerjakan pekerjaan rumah yang ditugasi orangtua maupun guru, membaca buku di perpustakaan, khursus keterampilan, mengikuti berbagai pelatihan intelektualitas, dan masih banyak lagi. Usaha mengasah spiritual dapat dilakukan dengan mengikuti kegiatan spiritual, mengikuti pengajian, mengkaji agama, membaca buku yang dapat meningkatkan pemahaman mengenai agama tertentu, dan sebagainya. Sedangkan usaha untuk mengasah emosional, dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai kegiatan sosial, aktif berorganisasi, mengunjungi panti sosial, dan lain-lain. Mengkaji kesempatan-kesempatan tersebut, intelektual, emosional, dan spiritual seseorang memungkinkan untuk diasah secara baik dan benar oleh lembaga yang memiliki tanggung jawab lebih untuk melakoni tugas tersebut, yakni lembaga pendidikan. Namun, amat disayangkan bahwa banyak lembaga pendidikan yang tidak menyeimbangkan pendidikan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Berbagai pendidikan yang diberikan hampir seluruhnya merupakan usaha peningkatan daya intelek, dan hanya sedikit pendidikan emosional dan spiritual yang diberikan didalamnya.

11 Jan 2012

Pendidikan Siapa yang Punya ???


“Ingat lagu masa kecil Indnesia ‘nona manis siapa yang punya’ ? tak mau kalah… pendidikan juga punya jingle serupa... Pendidikan siapa yang punya ? Pendidikan siapa yang punya ? Pendidikan siapa yang punya ? Yang PUNYA KITA SEMUA.”

Seluruh masyarakat memiliki hak mendapatkan pendidikan yang layak. Namun, labeling, pencitraan, sikap ‘minder’, kondisi ekonomi dan masih banyak hal lain, membuat bayangan untuk duduk di bangku formal terhapuskan.