9 Feb 2017

Kelas Kreasi

"Assalamu'alaikum...
Apa kabar semuanya?
Alhamdulillah, Luar Biasa, Allahu Akbar!"


Suara itu masih lengket melekat dalam ingatanku. Diawali oleh sahutan kompak, murid-murid mengawali pelajaran dengan penuh semangat. Sahutan tersebut menjadi penghilang rasa lelah, kantuk, dan bosan, begitupun menjadi spirit charger bagiku ditengah aktivitas yang padat. Saat itu di tahun 2012 aku masih berstatus mahasiswa, melaksanakan PPL di SMK negeri sekitar Pejaten-Jakarta.

It's kind of great chance for me, mendapat kesempatan mengajar sekaligus belajar menjadi guru di SMK yang terbilang favorit di Jakarta. Tantangan pertamaku yaitu membuat RPP dan silabus yang membuatku perlu beberapa kali melakukan revisi, namun satu hal yang tak lupa ku catat pada bagian metode belajar yakni "bermain". Disinilah perjalananku dimulai dan menjadi bagian penting dalam hidupku.

Saat itu aku mengajar pelajaran Akuntansi Dasar kelas X semester 1. Tentu diawal pertemuan, murid-muridku banyak yang belum meyakini pilihan yang telah 'terlanjur' mereka ambil. "Dipilihkan oleh orang tua, menyukai matematika, ingin menjadi akuntan", begitulah rata-rata jawaban yang kudengar dari keempat kelas bimbinganku saat ditanya alasan menjadi siswa SMK Akuntansi. Namun, tak sedikit pula yang bingung menjawab apa. Well, that's normal karena terkadang takdir tak mengizinkan kita mendapatkan hal yang kita mau, melainkan hal yang kita butuhkan.

My journey was started. Tugas pertama ku adalah menjadikan para binaan yakin atas apa yang mereka pilih. They should be proud of their choice to create enthusiasm in lessons they chose. Mengkorelasikan akuntansi dengan dunia kerja adalah hal yang sangat penting berhubung tujuan SMK menghasilkan lulusan yang siap kerja. Remember that no one business without finance.

Salah satu faktor pendukung kesuksesan belajar ialah hubungan pendidik dengan muridnya. Oleh karena itu, pendidik harus dapat menjadi tauladan bagi muridnya. We know that no body's perfect. Untuk itu, guru perlu masuk ke dunia muridnya, seperti membagikan pengalaman, nasehat, motivasi pada murid, dan menjadikan mereka bagian dari kehidupan kita. Disinilah nilai plus bagi guru hingga terciptalah semboyan "pahlawan tanpa tanda jasa". Tentu bukanlah hal yang mudah untuk dapat merangkul seluruh siswa, namun dapat diupayakan. I often told them to come out their tallent. Inilah kelas kreasi. Jangan ragu untuk memperjuangkan hal yang benar, jangan malu untuk menunjukkan kemampuan diri, dan selalu bersyukur atas nikmat ilmu yang Allah berikan dengan cara terus mengasahnya.

Do'a adalah hal yang wajib setiap memulai pelajaran. Mereka harus sadar bahwa do'a yang mereka haturkan adalah untuk mempermudah mereka menangkap pelajaran yang mereka terima, sekaligus sebagai rasa syukur atas segala nikmat yang telah mereka dapatkan. Menonton bersama video 'History of Accounting' menjadi kegiatan belajar pertama yang kami lakukan. Menjadi guru baru adalah perjuangan besar karena perlu mengalokasikan banyak waktu untuk mempersiapkan media pembelajaran, terlebih bila media tersebut adalah suatu hal yang baru dan belum pernah dibuat oleh orang lain, seperti video itu. Guru juga perlu bersikap kreatif dan inovatif. Tidak hanya menguasai pelajaran yang harus diberikan, tetapi juga menguasai ilmu dasar dari ilmu lain yang menunjang kesuksesan pembelajaran siswa, seperti matematika, ilmu agama, PKN, bahasa inggris, kewirausahaan, movie maker, adobe photoshop, dan sebagainya.

"Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta". Karena energi pada kegiatan belajar mengajar bersumber dari 'Cinta' (so sweet yah) maka guru perlu mengenal muridnya, begitupun sebaliknya. Diawal pertemuan, selain mengenal nama masing-masing murid-murid juga memberitahukan daerah tempat tinggal, motivasi/ hal yang melatarbelakangi untuk masuk ke jurusan Akuntansi, cita-cita, serta profesi orang tua mereka. Harapannya agar selain saling kenal, juga setiap murid dapat saling menghargai. Dalam perkenalan awal, guru selain berperan sebagai penerima dan pengolah informasi, juga sebagai tutor dalam mengarahkan informasi apapun ke ranah positif. Misalnya, saat ada murid yang mengatakan bahwa ayahnya adalah pedagang, nilai dakwah dapat kita selipkan dengan mengingatkan bahwa berdagang adalah sunnah, dan sebagainya.

Pernah mendengar lagu "Kisah 8 dirham" yang dibawakan oleh Gita Gutawa?
Kisah tersebut menceritakan tentang kedermawanan Rasulullah SAW. Banyak masyarakat menjadi paham dengan kisah tersebut, bahkan mampu menghafalnya melalui lagu tersebut.
Lalu, ingatkah suatu lagu yang dibawakan oleh trio kwek-kwek dengan judul "Katanya"?
Dari lagu tersebut anak-anak jadi hafal bahwa australia adalah negeri wol dengan suku asli bernama aborigin. Those are the power of songs. Lagu dapat menjadi media belajar yang efektif, namun di tangan orang yang tak berbudaya, lagu juga mampu menjerumuskan masyarakat. Berbuah keyakinan itu, di kelas ini murid mendapat tugas untuk membuat lagu akuntansi dengan instrumen apapun, serta merekamnya secara berkelompok. Output metode ini ialah bagai jembatan keledai, memudahkan murid dalam menghafal materi pelajaran. "Tak disangka, anak yang kupikir pemalu dan pendiam, mampu menciptakan karya rekaman yang indah dengan rasa percaya diri mereka", salutku. Metode ini juga digunakan sebagai alternatif atas demam lagu korea yang lagi ngehits saat itu meskipun mereka tidak tau artinya apa. "Setidaknya aktivitas mereka untuk menghafal lagu yang mereka sendiri tidak tau artinya menjadi lebih berkurang karena mereka diharuskan untuk menghafal syair lagu akuntansi yang mereka ciptakan sendiri", pikirku.

Kelas ini kelas demokratis, siapapun diharuskan bertanya bila belum paham. Namun, peraturan tetap berlaku dimana para murid harus memperhatikan pelajaran saat guru menerangkan. Semua yang bertanya akan selalu dihargai untuk membangun rasa percaya diri. Dalam hal ini, guru menjadi role model agar para murid terbiasa bersikap kritis dan tidak meremehkan pertanyaan/ pendapat orang lain. Ingat sekali saat aku mengajarkan suatu materi pada satu kelas hingga diulang sebanyak 4 kali karena mereka belum paham dengan materi yang kuajarkan. Kusadari saat itu mungkin memang cara mengajar dan penggunaan bahasaku yang membuat mereka sulit memahami materi tersebut.

Tentu dalam mengajar ada saja tantangan yang dihadapi selain tantangan diatas. Meski kita berusaha maksimal dalam mengerahkan tenaga, hati, dan pikiran kita sepenuhnya, pasti ada saja murid yang melakukan tindakan tidak sesuai seperti yang kita harapkan. Misalnya, saat ada murid yang sengaja untuk masuk kelas telat meskipun bel tanda pelajaran dimulai sudah dibunyikan. Ada saja alasan-alasan tidak masuk akal dari murid sebagai upaya pembelaan diri mereka. Namun, aturan tetap berlaku, ketertiban harus tetap ditegakkan bila tidak ada izin telat atas alasan syar'i. Saat menghadapi hal seperti ini, aku pun teringat dengan sikap arif dan bijaksana Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam dalam menghadapi orang-orang yang tidak percaya kepadanya. Bayangkan, beliau SAW yang merupakan manusia terbaik dimuka bumi ini, pemimpin umat islam, Rasul terakhir yang qauliyah (perkataan), fi'liyah (perbuatan), dan taqririyah (sikap diam) diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk kita taati saja masih banyak orang yang ingkar dan kontra padanya. Lalu, apalagi kita yang penuh dosa dan kesalahan ini ? Maka, orang-orang yang kontra pada kita itu hal biasa, jangan lebay dalam menghadapi mereka ya, guys ! Okeh kembali lagi membahas 'didikan' untuk murid yang lagi jadi 'ujian' buat kita. Teringat ku saat beberapa murid sengaja telat masuk kelas, aku memberikan mereka hukuman (wuuuu... Atika suka ngehukum orang ? Eits, baca dulu kelanjutannya :p). Hukuman yang ku berikan sih simple saja dan insya allah bisa bermanfaat untuk mereka. Aku meminta mereka untuk menghafalkan arti surat Al-Baqarah ayat 282. Tapi jangan juga dianggap remeh karena ayat ini memenuhi 1 lembar halaman Qur'an dan merupakan ayat terpanjang di Qur'an. Ayat tersebut adalah titik awal sejarah akuntansi dimana turun perintah Allah untuk menuliskan transaksi yang tidak tunai dengan disertai oleh saksi. Dan Alhamdulillah, they succeed to memorize it (Hurraay!).

Terdapat kegiatan yang menyenangkan saat kita mencoba melatih pemahaman dengan mengerjakan soal dimana soal yang kubuat bentuknya bukan pilihan ganda atau essay, melainkan dengan Teka-Teki Silang. So, it means time to play game again. Memang ada keterbatasan yang kuhadapi dengan metode tersebut yakni hanya dapat menguji dengan pertanyaan teori saja. Murid dengan peraih nilai tertinggi disetiap kuis semacam ini, UTS, bahkan UAS di setiap kelasnya juga mendapat apresiasi tambahan berupa hadiah untuk meningkatkan motivasi murid lainnya. Untuk mengasah pemahaman praktis mereka, kugunakan permainan Monopoli yang dimodifikasi menjadi Monopoli Akuntansi. Metode permainan ini juga menjadi objek penelitianku saat skripsi kala itu. As i mentioned in early of this article, teacher also needs to be able in using graphic design apps because it's very useful in creating learning media like this.

Terdapat juga hal unik yang kualami dengan tujuan 'sengaja' mengetes kejujuran mereka. Seminggu sebelum ujian tiba, kuberikan pada murid-murid lembaran yang berisi rangkuman atas materi yang telah mereka pelajari. Sebagian besar isi materi pada lembaran tersebut keluar saat ujian. Pada hari-H ujian, murid-murid pun menaruh tas mereka di depan kelas. Uniknya, masih saja kulihat murid yang menaruh lembaran tersebut ke dalam kolong meja mereka. "Jujur sih agak cekit cekit gimana gitu hati saat melihat itu, seakan mereka menganggap bahwa menyontek adalah suatu hal yang normal dan diizinkan oleh guru", pikirku. Berharap agar hati jujur mereka masih peka, saya mengintruksikan kembali agar siapa saja yang berniat untuk menyontek agar menyimpan segala bentuk contekan kedalam tas karena ganjaran bagi yang ketahuan mencontek adalah mendapat nilai 'nol'. Hasilnya tidak sepenuhnya maksimal karena masih saja ada yang terlihat belum jujur, setidaknya mengurangi kecurangan. Lalu sebelum ujian dimulai, sengaja ku keliling ke meja para murid satu per satu memeriksa kolong mereka dan mengambil contekan yang mereka simpan apapun bentuknya. Lagi-lagi kuingatkan kembali pada mereka bahwa apapun yang kita lakukan selalu diawasi oleh Allah.
Aku juga dikenal oleh para murid sebagai salah satu guru yang ketat saat ujian karena selalu mondar-mandir di dalam kelas. Belakangan ku sadari bahwa ini adalah suatu kekhilafan karena hal tersebut membuat daya konsentrasi murid menurun (Maafkan ibu yah para murid tercinta, guru kalian masih pemula saat itu ^^").

"Mereka banyak menginspirasiku". Ini salah satu kesan yang kudapat dalam waktu singkatku mengajar di sekolah tersebut. Diantaranya ada siswi yang cukup berprestasi yang juga sambil berdagang gorengan dan kue buatan ibunya. Bila ditanya bagaimana perasaanku, satu kata : Salut. Dia tidak malu, dia tidak ragu dalam manajemen waktu, dia melakukannya dengan semangat dan senang hati untuk membantu orang tuanya, dia juga menginspirasi temannya (termasuk aku) untuk bekerja keras, Masya Allah. Agar apa yang ia lakukan tersebut menjadi sorotan murid yang lain untuk mengambil hikmah atas kerja kerasnya, pada satu hari ku beli seluruh dagangannya untuk dinikmati oleh para murid di kelas. Hal itu memang tidak seberapa, namun nilai pelajaran yang kami terima cukup besar. Alhamdulillah, Allah Maha Pemberi Rezeki, ada saja rezeki yang kuterima dari arah yang tidak terduga sehingga bisa menjadi modal ku untuk menjadikan kelas kreasi tersebut lebih maksimal.

Bicara tentang rezeki, selain rezeki ilmu dan pengalaman berharga yang kuterima, murid-murid memberikan kenang-kenangan padaku di hari terakhir mengajar disana. Kita berfoto bersama, makan kue bersama, dan senyuman mereka masih melekat diingatanku hingga hari ini. Semua kenang-kenangan tersebut masih kusimpan dan sangat bermanfaat. Ada satu kenang-kenangan yang cukup menarik yang kuterima dari kelas paling aktif diantara 4 kelas tersebut. Tiap murid menuliskan kesan dan pesan untuk ku dalam sebuah diary. Mereka juga memasang foto ku dan foto mereka. Tulisan tersebut sungguh berkesan karena setiap ku baca tulisan tersebut, motivasiku untuk berkontribusi kembali di dunia pendidikan bangkit kembali. Tulisan memiliki power yang luar biasa. That's why i post this article so it could remind me and give inspirations for those who read it. Tanpa bermaksud riya, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan mohon maaf atas seluruh kesalahan yang ada :)

0 Comments:

Post a Comment